Minggu, 01 Januari 2012

Does Love Need a Reason....?

Tertegun pria itu, dalam renungan panjang menjelang senja...
merenung...mencari jawaban yang ia tak mampu menemukannya...
jawaban akan sebuah pertanyaan sederhana dari istrinya ketika itu...
mengalir sendu di hari libur kerjanya...
"Kanda mengapa kau mencintaiku?"
"Hmmm...Dinda, maafkan sungguh aku tak bisa mengatakan alasannya..."
Oh...wajah tertekuk itu akhirnya terlihat juga...
Raut wajah yang membuat pria itu bingung tak menentu...
"Kanda,,,kau tak bisa menjelaskan alasannya kepadaku, bagaimana bisa kau mangatakan bahwa kau mencintaiku?'
Harap cemas pria itu menjawab...
"Dinda, sungguh aku tak bisa mengatakan alasannya...tapi, aku benar-benar mencintaimu.."
Bidadari itu pun berlalu...tinggalkan hati untuk dicaci...
Oh...pria itu tak mampu menahannya...
hanya sedih yang menggelayuti jiwanya...
*************
Hingga suatu hari, naas pun terjadi...di hari yang tak pernah termimpi...
dihari kabut gelap menggelayuti bumi....
Oh...betapa sedih untuk diceritakan...
Sang bidadari yang pria itu sangat cintai, terbujur lesu tak mampu berdiri...
Yah...celaka dalam sekejap melenyapkannya...
Membuat sang bidadari itu tak seperti dulu...
Oh...mengapa ini harus terjadi...
*******
Terdiam kaku pria itu...
berusaha tegar, tapi jiwanya remuk redam...
Butiran bening air matanya tak mampu ia bendung...
mengalir deras bak hujan yang menangisi bumi...
Lirih sekali kata-katanya...hingga tembok putih itu pun terlihat sayu...
Pikirannya terbang menembus dimensi waktu...
tebayang pertanyaan waktu itu...
Lirih sekali, sayup-sayup antara terdengar dan tidak...
di sela-sela kekuatannya menahan isak tangisnya...
"Dinda...karena suara manismu aku mencintaimu?dan hari ini kau tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun untukku, maka itu bukan alasanku untuk mencintaimu..."
"Dinda...karena perhatianmu aku mencintaimu?sungguh hari ini kau tak mampu menunjukkan itu untukku, sekali lagi itu bukan alasanku untuk mencintaimu..."
"Dinda...Karena senyummukah?gerakan indahmu kah?dan hari ini kau tak mampu memperlihatkan itu padaku, maka itu bukan alasanku untuk mencintaimu..."
"Dinda... karena kecantikanmu aku mencintaimu?dan hari ini aku tak mampu melihat kecantikan itu terpancar dari wajahmu...ini bukan alasanku untuk mencintaimu..."
"Dinda...karena keanggunan sifatmu kah aku mencintaimu?sungguh hari ini kau tak bisa menemaniku dengan indahnya tingkah lakumu...dan ini bukan alasanku untuk mencintaimu..."
"Jika cinta memiliki alasan, maka hari ini tak ada alasan lagi bagi ku untuk mencintaimu..."
"Apakah cinta membutuhkan alasan?...Tidak...Karena itu aku masih mencintaimu..."
"Cinta itu terhembus indah dalam jiwaku, tanpa pernah tahu sebab dan alasan mengapa begitu...satu hal yang aku tahu, cinta ini sengaja dihembuskan oleh Sang Maha Pencinta untukmu dan untukku..."
"Dinda...maafkan aku bila aku tak pernah tahu...dan memang tak pernah tahu alasan itu...ia mengalir begitu saja...bak air sungai yang mencari muaranya..."
"Maka, pintaku jangan pernah kau tanyakan itu kembali...karena aku akan tetap mencintaimu, dengan alasan yang tak pernah ku tahu..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar